PERATURAN
- Dilarang pindah aplikasi.
- Batas Toleransi: 1x.
- Lebih dari itu: TERKUNCI.
🔒
TERKUNCI
Melanggar batas toleransi.
Melanggar batas toleransi.
Acara dibuka dengan sambutan dari Plt. Kepala Sekolah kami, Pak Anwar Mikhaharap, S.Pd., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan yang sangat menyentuh. Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas formalitas bagi kami para guru, tetapi benar-benar membawa manfaat nyata yang ujung-ujungnya bisa dirasakan langsung oleh anak-anak didik kami.
Untuk materi hari ini, kami dibimbing langsung oleh Pak Bubu, S.Pd., M.Pd. selaku Fasilitator Daerah. Pemaparannya sungguh membuka wawasan tentang bagaimana pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah secara berkelanjutan.
Lelah pasti ada, tapi melihat semangat kebersamaan antar-sekolah dalam satu gugus hari ini membuat rasa lelah itu terbayar tuntas. Semoga apa yang kami pelajari hari ini bisa langsung diterapkan demi kemajuan sekolah dan masa depan anak-anak.
Pertandingan berjalan sengit dan ketat sejak peluit pertama dibunyikan. Meski kedua tim saling jual beli serangan, kebuntuan baru terpecahkan di penghujung babak kedua.
Menit 84: Indonesia memecah kebuntuan lebih dulu. Masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua, Dean James melepaskan tembakan terukur yang menembus gawang Thailand dan membawa Indonesia unggul 1-0.
Menit 87: Kegembiraan Indonesia tak bertahan lama. Tiga menit berselang, pemain pengganti Thailand, Iklas Sanron, berhasil mencetak gol balasan dan mengubah skor menjadi 1-1.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal 2x45 menit usai, memaksa laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Tensi pertandingan kian memuncak pada babak extra time:
Menit 111: Petaka menghampiri pertahanan Indonesia. Lini belakang Garuda gagal mengamankan bola dengan sempurna di area berbahaya, yang langsung dimanfaatkan oleh Peeradol Chamrasamee untuk membawa Thailand berbalik memimpin 2-1.
Menit 116: Saat kemenangan Thailand berada di depan mata, Indonesia menunjukkan mental pantang menyerah. Menerima umpan cut-back matang dari Rizky Ridho, Elkan Baggott yang maju membantu serangan berhasil menyambar bola dan mencetak gol penyama kedudukan. Skor berubah menjadi 2-2 di menit-menit akhir.
Skor imbang 2-2 tetap tak berubah hingga menit ke-120 usai, sehingga penentuan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 harus diselesaikan melalui adu penalti.
Di babak adu penalti, para penendang Indonesia tampil dingin, sementara eksekutor Thailand goyah di bawah tekanan.
Penendang 1:
Kevin Diks (Indonesia): Gol (1-0)
Manuel Tom Bihr (Thailand): Gol — Tendangan sempat ditepis Emil Audero, namun bola tetap bergulir masuk (1-1)
Penendang 2:
Dean James (Indonesia): Gol (2-1)
Waris Choolthong (Thailand): Gol (2-2)
Penendang 3:
Elkan Baggott (Indonesia): Gol (3-2)
Sarach Yooyen (Thailand): Gagal (3-2)
Penendang 4:
Shayne Pattynama (Indonesia): Gol (4-2)
Nattapong Sayriya (Thailand): Gagal (4-2)
Dengan hasil adu penalti 4-2, Timnas Indonesia resmi keluar sebagai Juara ASEAN Cup 2026!
Indonesia: Emil Audero; Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner (Shayne Pattynama 101'), Calvin Verdonk (Egy Maulana 101'); Joey Pelupessy, Thom Haye (Dean James 45'), Luke Vickery (Rizky Ridho 60'); Ragnar Oratmangoen (Ivar Jenner 65'), Ole Romeny (Rayhan Hanan 109'), Mitchell Baker.
Thailand: Saranon Anuin; Nattapong Sayriya, Manuel Bihr, Nicholas Mickelson, Suphanan Bureerat (Waris Choolthong 53'); Sarach Yooyen, Kritsada Kaman (Peeradol Chamrasamee 90'), Kakana Khamyok (Iklas Sanron 79'); Chanathip Songkrasin (Seksan Ratree 63'), Supachai Chaided (Anan Yodsangwal 79'), Teerasak Poeiphimai (Jude Soonsup-Bell 63').
Live Streaming. Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia sukses menyumbang medali emas pertama bagi Kontingen Merah Putih pada ajang Asian Games 2026. Kepastian gelar juara ini diraih secara dramatis lewat kemenangan comeback 3-2 atas tim tuan rumah/rival berat Tiongkok pada Kamis (24/9/2026).
Pemain muda Moh Zaki Ubaidillah tampil sebagai pahlawan penentu. Turun di partai pamungkas, Zaki berhasil menundukkan wakil Tiongkok, Weng Hongyang, dua set langsung dengan skor ketat 23-21 dan 21-13.
Indonesia sempat tertinggal lebih dulu di dua partai awal sebelum akhirnya bangkit menyapu bersih tiga partai tersisa.
Partai 1 (Tunggal Putra 1): Jonatan Christie harus mengakui keunggulan tunggal pertama Tiongkok, Shi Yu Qi. Jonatan menyerah dua set langsung dengan skor 13-21, 18-21. Indonesia tertinggal 0-1.
Partai 2 (Ganda Putra 1): Pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri belum mampu menyamakan kedudukan usai tunduk dari Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 13-21, 18-21. Kedudukan menjadi 0-2 untuk Tiongkok.
Partai 3 (Tunggal Putra 2): Kebangkitan Indonesia dimulai lewat aksi pantang menyerah Alwi Farhan. Menghadapi Li Shi Feng, Alwi sukses memenangi laga sengit rubber game dengan skor 23-21, 15-21, dan 21-16. Indonesia memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Partai 4 (Ganda Putra 2): Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjaga napas Indonesia usai tampil dominan menundukkan He Ji Ting/Liu Yi 23-21, 21-10. Skor berubah imbang 2-2 dan memaksa laga berlanjut ke partai penentuan.
Partai 5 (Tunggal Putra 3): Moh Zaki Ubaidillah tampil dingin di bawah tekanan tinggi. Usai mengamankan set pertama melalui deuce ketat 23-21, Zaki makin percaya diri di set kedua dan menyelesaikannya dengan skor 21-13 atas Weng Hongyang.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 3 Selat, Bapak Mika Anwar Kaharap, S.Pd., M.A. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat mendorong para guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inovatif. "Kami berharap kegiatan ini dapat membuat proses belajar mengajar menjadi lebih menarik, interaktif, dan tentunya disukai oleh para peserta didik," tutur beliau.
Materi pelatihan disampaikan oleh Ibu Dewi dari SMPN 3 Pulau Petak. Di tengah-tengah kegiatan, sempat ada sedikit kendala teknis karena netbook milik kang mardi tidak bisa diisi daya (charger). Beruntung, masalah tersebut dapat teratasi dengan menggunakan laptop operator sekolah, sehingga kang mardi tetap bisa mengikuti jalannya praktik dengan lancar.
Kesan & Opini Pribadi:
Menurut pendapat saya, model pembuatan media pembelajaran menggunakan Taplink ini mirip dengan pembuatan pembelajaran interaktif di Microsoft PowerPoint, yaitu dengan memanfaatkan tautan (link) yang mengarah ke sumber file penyimpanannya.
Jika menginginkan platform yang powerful dan berfitur lengkap, menurut saya tentu lebih bagus menggunakan blog atau website (seperti yang pernah saya pelajari beberapa tahun lalu). Namun, jika ingin sesuatu yang praktis, mudah digunakan, dan menyajikan tampilan yang sederhana, Taplink adalah pilihan yang sangat layak untuk dicoba.
Bagi yang ingin mencoba menggunakan Taplink, dapat mengaksesnya secara langsung melalui tautan berikut: