Malam itu, 31 Maret 2026, udara di Kapuas terasa lebih tenang dari biasanya. Namun, di dalam rumah kami, ada getaran kecemasan yang tertahan di balik senyum tipis masing-masing anggota keluarga.
Sajadah baru saja dilipat. Sehabis menunaikan sholat Magrib, kami berkumpul di ruang tengah. Suasana hening, hanya terdengar detak jam dinding dan suara napas yang agak memburu. Di tengah-tengah kami, putri kami, Rara, duduk dengan laptop yang menyala di depannya. Jari-jarinya gemetar kecil saat memegang mouse.
Malam ini adalah penentuan: Pengumuman SNBP 2026.
Detik-Detik Menegangkan
"Bismillah dulu, Kak," bisik saya pelan, mencoba menenangkan hati sendiri sekaligus menguatkan Rara. Ibunya berdiri tepat di belakang kursi Rara, tangannya memegang bahu sang putri dengan erat, seolah menyalurkan seluruh doa yang terus mengalir dari lisannya.
Layar menunjukkan halaman login. Rara memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahirnya. Klik demi klik terasa begitu lambat. Jantung kami seakan ikut berpacu dengan putaran ikon loading di layar.
Semburat Merona di Layar
Tiba-tiba, halaman berganti. Sebuah kotak berwarna biru muncul di layar. Tulisan besar di sana seolah bersinar di mata kami:
"SELAMAT! ANDA DINYATAKAN LULUS SELEKSI SNBP 2026"
Mata kami langsung tertuju pada baris di bawahnya:
- Perguruan Tinggi: Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
- Program Studi: S1 Pendidikan Bahasa Inggris
Air Mata Bahagia
Seketika, hening pecah. Rara menutup mulutnya dengan tangan, air matanya tumpah begitu saja. Kami berpelukan erat. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk menggambarkan rasa syukur kami.
"Alhamdulillah... Yogyakarta, Kak! Kamu ke UNY!" seru Ibunya sambil terisak haru.
Perjuangan Rara selama tiga tahun di bangku SMA, malam-malam yang ia habiskan untuk belajar, serta tumpukan tugas yang ia kerjakan dengan tekun, terbayar lunas malam ini di Kapuas. Menjadi bagian dari keluarga besar Pendidikan Bahasa Inggris UNY bukan sekadar tentang gengsi, tapi tentang langkah awal mimpinya untuk menjadi pendidik yang hebat.















