Kapuas, 2 Juni 2026, Hari ini nemenin Kang Mardi beli air isi ulang di Toko Buah Ana Jaya. Toko ini emang lumayan lengkap, lokasinya di Jalan Tambun Bungai, persis di sebelah kanan Bank Kalteng. Selain jualan macem-macem buah segar dan makanan ringan khas Arab, mereka juga punya depot air minum isi ulang.
Lucunya, padahal udah sering beli air di sini, baru kali ini saya bener-bener merhatiin plang harganya secara detail. Di toko Ana Jaya ternyata ada 3 pilihan jenis pengolahan air minum dengan harga yang beda-beda:
- Ultraviolet (UV) : Rp7.000
- Ozon (O₃) : Rp8.000
- Bio Energi : Rp10.000
Karena penasaran kenapa harganya bisa beda-beda dan apa ngaruhnya ke air yang kita minum, saya coba cari tahu bedanya. Biar ga lupa, ini dia rangkuman perbedaan proses antara ketiganya:
Perbedaan Sistem Air Isi Ulang: UV vs Ozon vs Bio Energi
Secara sederhana, perbedaan harganya terletak pada teknologi filter dan manfaat tambahan yang dihasilkan setelah air disaring.
Penjelasan Detail Tiap Metode
1. Sistem Ultraviolet (UV) – Rp7.000
Ini adalah metode standar yang paling banyak dipakai di depot air minum. Air dialirkan melalui tabung yang berisi lampu sinar UV.
- Kelebihan: Sangat efektif membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme dengan cara merusak DNA-nya sehingga kuman mati dan tidak bisa berkembang biak. Prosesnya cepat dan tidak mengubah rasa asli air.
- Kekurangan: UV hanya membunuh kuman, tapi tidak bisa menghilangkan bau, rasa, atau kandungan logam berat jika air bakunya kurang bagus.
2. Sistem Ozon (O_3) – Rp8.000
Sistem ini menggunakan gas ozon (oksigen aktif) yang disuntikkan ke dalam air. Ozon adalah zat disinfektan yang jauh lebih kuat daripada klorin atau UV.
- Kelebihan: Selain membunuh kuman secara total, ozon mampu mengoksidasi zat besi/mangan (menghilangkan bau besi) dan melarutkan bahan organik. Air jadi terasa lebih segar, bersih, dan galonnya jadi ikut steril. Air ozon juga cenderung lebih tahan lama disimpan.
- Kekurangan: Ada sedikit aroma khas ozon sesaat setelah diisi, tapi akan hilang sendiri dalam beberapa jam.
3. Sistem Bio Energi – Rp10.000
Ini adalah kasta tertinggi di depot Ana Jaya. Prosesnya tidak cuma berhenti di sterilisasi (biasanya airnya sudah melalui proses UV atau Ozon dulu), tapi air tersebut kemudian dialirkan lagi melalui katrid khusus berisi batuan mineral alami, bio-keramik, atau magnet.
- Kelebihan: Proses ini memecah kelompok molekul air menjadi lebih kecil (hexagonal atau micro-clustered). Efeknya, air jadi lebih gampang diserap oleh sel-sel tubuh kita, rasanya cenderung lebih lembut/segar di tenggorokan, dan sering diklaim membantu proses detoksifikasi tubuh.
- Kekurangan: Harganya paling mahal karena ada biaya perawatan untuk penggantian batu-batu mineral/bio-energi tersebut di dalam mesinnya.
Kesimpulannya: Kalau cuma butuh air yang aman dan matang untuk konsumsi harian biasa (misal buat masak atau bikin teh/kopi), sistem UV (Rp7.000) sudah cukup banget. Tapi kalau mau air yang lebih awet bebas bau, Ozon (Rp8.000) bisa dipilih. Sedangkan kalau Kang Mardi pengen air yang teksturnya lebih enteng di tenggorokan dan tujuannya buat kebugaran tubuh, ga ada salahnya sesekali nambah dikit buat pilih yang Bio Energi (Rp10.000).
















.jpeg)
